Cara Merawat Bayi Baru Lahir Bagi Ibu Baru

Bayi baru lahir pasti akan melakukan buang air besar ( BAB ) dan buang air kecil ( BAK ) tanpa mengenal waktu. Tapi hal ini adalah hal yang regular dan sangat baik sebagai tanda kalau bayi mendapatkan asupan makanan yang mencukupi. Pastikan jangan pernah menunda untuk mengganti popok bayi jika si bayi sudah melakukan BAK atau BAB, tujuannya agar si bayi tidak nyaman ( menangis ) karena kondisinya basah. Cermati juga fases dan air seninya, bertujuan untuk indikator kesehatan si bayi. Jika air seni bayi berwarna kuning, itu pertanda kalau bayi kekurangan cairan. Dan jika fases yang diberikan ASI ekslusif teksturnya lebih lunak dan tidak begitu bau. Oiy jangan lupa untuk selalu membersihkan areal alat kelamin setelaha bayi melakukan BAK atau BAB.

Pada usia ini, menu untuk si Kecil dapat disamakan dengan makanan untuk orang dewasa, namun dengan rasa yang disesuaikan. Frekuensi pemberian makan pada si Kecil berkisar antara 3 sampai 4 kali sehari. ASI tetap diberikan dan boleh diberikan sebagai selingan 1-2 kali sehari tergantung nafsu makan. Porsi makan dapat diberikan dari ¾ sampai 1 mangkuk (175ml-250ml) sekali makan.

Bayi premature yang baru lahir sangat memerlukan penghangatan tubuh agar membantu mengembalikan ke suhu normal. Hal ini dikarenakan suhu tubuh bayi prematur sangat memungkinkan terjadinya hipotermi, yaitu suhu bayi dibawah suhu normal. Jika tidak segera dilakukan penghangatan, akan berpotensi terjadi komplikasi, bahkan kematian pada bayi untimely tersebut. Oleh sebab itu seorang ibu harus melakukan cara untuk menstabilkan suhu bayi prematur agar suhunya menjadi normal, yaitu dengan melakukan metode Perawatan Bayi Lekat (PBL) atau biasa pula disebut dengan istilah Kanguru Mom Care (KMC ). Metode ini menghubungkan antara kulit ibu dengan kulit bayi prematur tersebut secara dini baik setelah bayi lahir maupun setelah kondisi bayi stabil, kemudian Dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif. Hal ini tetap dilakukan meski bayi belum bisa minum ASI, yaitu dengan menggantinya dengan pemberian ASI melalui sendok, yang mana ASInya telah diperas terlebih dahulu.

Menurut dr. Akira Prajudiyanto SpA dari Kelompok Kerja Perinatologi – RSAB Harapan Kita Jakarta, penentuan kondisi bayi prematur layak dibawa pulang atau tidak, bukan hanya berdasar pada usia kehamilan, namun berat badan saat lahir juga harus dipertimbangkan. Bayi prematur dengan berat badan minimal 1,8—2 kilogram sudah aman dibawa pulang asalkan tidak ada kelainan atau memiliki faktor penyulit akibat belum sempurnanya semua organ tubuh,” jelasnya. Berat badan 2 kilogram ini, lanjut Akira, setara dengan usia kehamilan 34 minggu di mana bayi sudah memiliki refleks hisap dan pola napas teratur. Perlu diketahui, bayi yang lahir di bawah 34 minggu belum memiliki pola napas teratur, sehingga terkadang lupa” bernapas karena paru-parunya belum sempurna.

Pada awalnya, antara satu hingga empat hari pasca kepulangaannya (dari Rumah Sakit), bayi prematur biasanya membutuhkan ASI paling tidak pada setiap setengah sampai dua jam dalam sehari. Jadi pada masa ini sang ibu harus memastikan inventory ASI nya dalam kondisi cukup. Setelah melewati masa itu, baru pemberian ASI pada bayi prematur menurun, hingga kurang lebih antara dua sampai 3 jam per hari. Atau dengan kata lain, pada waktu itu, bayi prematur membutuhkan asupan ASI kurang lebih delapan hingga sepuluh kali dalam sehari. Jika terjadi kendala dalam pemberian ASI, seperti misalnya bayi enggan atau menolak diberi ASI, maka ibu harus berusaha agar bisa memasukkan ASI nya ke tubuh bayi atau konsultasikan masalah ini ke dokter maupun klinik terdekat. Jika asupan ASI pada bayi prematur dirasa mencukupi, maka sediakanlah popok basah untuk keperluan si bayi tujuh hingga sepuluh popok dalam sehari semalam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s